Protected: PROPOSAL PENDIDIKAN
Enter your password to view comments.
Posted in BERITA
SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN DALAM RANGKA MUSPROP PPNI SULAWESI SELATAN TAHUN 2012
Posted in BERITA
SELAYANG PANDANG PPNI KOTA MAKASSAR
KEBIJAKAN MUTU
Sebagai lembaga organisasi profesi yang profesional PPNI Kota Makassar mampu mengembangkan standar kompetensi perawat untuk mendorong terwujudnya tenaga Perawat yang handal dan kompetitif
SASARAN MUTU
1. Terbentuknya komisariat pada setiap institusi pelayanan kesehatan
2. Terbentuknya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pada tahun 2013
3. Semua warga Perawat Makassar memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PPNI pada tahun 2012
4. STR Perawat dijadikan sebagai salah satu tolok ukur sistem remunerasi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dan atau di Puskesmas
5. Terselenggaranya Diklat keperawatan secara berkala setiap 6 bulan sekali untuk mengupgrade pengetahuan dan keterampilan dan soft skill tenaga keperawatan
ARAH DAN PENGEMBANGAN
1. Mendorong terwujudnya RUU Praktik Keperawatan menjadi Undang – Undang Praktik Keperawatan
2. Mewujudkan terbentuknya tempat pelaksanaan uji kompetennsi bekerjasama dengan Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi (MTKP) Propinsi Sulawesi Selatan
3. Mengupayakan agar semua Pengurus PPNI kota Makassar dapat terlibat dan memenuhi syarat menjadi asesor kompetensi
4. Mendorong terciptanya iklim organisasi yang kondusif, dengan menumbuhkan kembangkan budaya kerja organisasi sipakatau, sipakalebbi, sipakainga dan sipakamase
Posted in ORGANISASI
PPNI KOTA MAKASSAR AKAN MELAKSANAKAN SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
STANDARISASI UJI KOMPETENSI MENUJU SISTEM REMUNERASI DALAM RANGKA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN TENAGA KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT/ PUSKESMAS
A. LATAR BELAKANG
Penerapan BLU atau BLUD bagi institusi pelayanan kesehatan di Indonesia, berefek pada remunerasi bagi pegawai di institusi tersebut, tidak terkecuali perawat sebagai sebuah profesi yang mandiri dan mesti selayaknya juga dihargai. Sehingga pemahaman tentang remunerasi juga mestinya dikuasai oleh perawat, minimal di tingkat bidang perawatan atau komite perawatan.
Ketika tidak ada perawat yang mau intens memikirkan masalah ini, maka lagi lagi, profesi perawat hanya akan dijadikan sebagai pelengkap penderita dalam urusan remunerasi.
Prinsip prinsip universal dalam remunerasi, juga mestinya ditujukan untuk profesi yang 24 jam mendampingi pasien ini. Semacam keadilan, keterbukaan, tanggung jawab, beban kerja dll, menjadi pertimbangan pokok dalam pembagian jasa pelayanan.
Disamping itu, prinsip jasa langsung dan jasa tidak langsung musti juga diakomodasi, agar kinerja perawat bisa diukur dan dihargai seoptimal mungkin.
Sistem Remunerasi tenaga kesehatan adalah sistem yang mengatur pengupahan karyawan termasuk tenaga perawat yang diberlakukan di lingkungan institusi pelayanan kesehatan
Remunerasi merupakan unsur yang cukup penting untuk diketahui oleh para manajer rumah sakit karena menyangkut biaya kehidupan dan penghidupan seluruh karyawan. Seringkali ketidak seimbangan gaji, insentive antara kelompok dokter, perawat dan yang setara dengan perawat, tenaga adminstratif serta tingkatan manajer rumah sakit menyebabkan terjadinya konflik yang berkepanjangan dan menyebabkan menurunnya komitmen karyawan terhadap organisasi. Karenanya perlu pemahaman bagaimana sistem insentive dapat dikembangkan dan disesuaikan berdasarkan kesepakatan melalui beberapa pendekatan yang lebih fleksibel.
Remunerasi yang dibuatlah haruslah mendukung asas keadilan dan kesetaraan, apabila rumah sakit tidak memiliki sistim remunerasi yang jelas akan terjadi gap diantara kelompok karyawan di rumah sakit, sebab setiap karyawan akan selalu merasa merekalah yang paling berguna, yang paling berjasa terhadap perusahaan, yang paling penting didalam perusahaan, yang paling berpendidikan tinggi didalam perusahaan, yang paling berpengalaman didalam perusahaan tersebut dan yang paling senior didalam perusahaan.
Salah satu acuan remunerasi bagi perawat yang mungkin bisa dilakukan sebagai sebuah alternatif untuk penghargaan kinerja adalah dengan melalui standarisasi uji kompetensi tenaga perawatan yang selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam menganalisis beban kerja (ABK). Walaupun sedikit rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghitungnya, tapi setidaknya ini dapat dijadikan alternatif berikutnya.
Program “Uji Kompetensi Perawat Indonesia”. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang didasarkan pada kualitas. Selain itu program ini juga dapat menyeleksi para lulusan keperawatan dalam mendapatkan haknya sebagai pemberi asuhan.
Sistem ini dinilai dapat menjadi suatu monitor terhadap laju pertumbuhan institusi keperawatan di Indonesia. Tanpa harus menutup mata juga kita dapat melihat banyaknya institusi-institusi keperawatan yang dengan sangat mudah untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan tanpa meninjau kembali akan kemampuan institusi tersebut dalam upaya mengembangkan serta mempertahankan kualitas dari anak didik yang nantinya akan di cetak menjadi seorang perawat.
Keberadaan uji kompetensi perawat Indonesia, juga dinilai memiliki manfaat yang sangat massive dalam mengembangkan sistem edukasi keperawatan di negeri ini, misalnya saja dengan adanya standarisasi dalam konten uji kompetensi tersebut yang nantinya dapat memberikan dampak secara tidak langsung pada sistem kurikulum sebuah institusi keperawatan. Dengan menyiapkan kurikulum dan fasilitas yang lebih baik, kualitas dari institusi tersebut dinilai dapat meningkat sehingga menghasilkan lulusan terbaik yang siap bersaing menuju pasar bebas. Pastinya institusi-institusi yang ada akan sama-sama bersaing memperbaiki diri dalam hal mencetak lulusan keperawatan yang terbaik tersebut.
Kompetensi perawat nantinya pasti akan dapat berdampak langsung terhadap kepuasaan masyarakat akan pelayanan asuhan keperawatan yang terdapat di segala fasilitas kesehatan, misalnya di Rumah Sakit, Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya, karena perawat merupakan profesi kesehatan yang menjadi ujung tombak dalam perjalanan mewujudkan negeri ini maju dalam bidang kesehatan, hal ini dibuktikan dengan lebih banyaknya waktu perawat dalam bertatap muka dengan klien / pasien dibanding dengan tenaga medis yang lain.
B. TUJUAN
Diperolehnya informasi terkait isu-isu keperawatan terkini khususnya kesiapan para pengurus organisasi dan anggota organisasi PPNI Kota Makassar dalam menyiapkan sumberdaya fisik, fiskal dan manusia untuk menyosong pelaksanaan uji kompetensi tenaga perawat menuju sistem remunerasi berbasis analisis beban kerja dalam rangka peningkatan kesejahteraan tenaga keperawatan baik di rumah sakit, puskesmas dan institusi pelayanan kesehatan lainnya.
C. SASARAN
1. Peserta seminar memahami sistem remunerasi tenaga perawat secara konsep, filosofis dan teknis
2. Peserta seminar memahami standarisasi pelaksanaan uji kompetensi tenaga keperawatan
D. PESERTA
Peserta seminar nasional keperawatan direncanakan berjumlah 300 orang dengan rincian :
1. 125 peserta dari komisariat PPNI RS/ Dinkes/ dan Pendidikan Keperawatan se Kota Makassar
2. 75 peserta dari RS Dr. Tajuddin Chalid Makassar
3. 100 orang berasal dari mahasiswa dan umum
E. TEMPAT :
Acara seminar nasional keperawatan ini akan dilaksanakan di Ruang Auditorium Rumah Sakit Regional Dr. Tajuddin Chalid Makassar Jl.Pajjaiang No. 37 Makassar.
F. WAKTU DAN ACARA :
1. Waktu :
Seminar Nasional keperawatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 18 Februari 2012, mulai pukul 09.00 s/d 13.00 Wita.
2. Acara :
Akan diatur tersendiri.
G. PEMBICARA
Seminar Keperawatan Internasional kali ini akan menghadirkan Pembicara dari :
1. Prof. Dr. Achir Yani, M.N D.N.Sc (DPP PPNI Pusat )
2. Drs. H. Hasruddin Djamal, PhD (Ketua DPD I PPNI Provinsi Sulawesi Selatan
H. PESERTA
Peserta seminar direncanakan berasal dari :
Peserta seminar nasional keperawatan direncanakan berjumlah 300 orang dengan rincian :
1. 120 peserta dari komisariat PPNI RS/ Dinkes/ dan Pendidikan Keperawatan se Kota Makassar
2. 75 peserta dari RS Dr. Tajuddin Chalid Makassar. Para stakeholders baik lintas program maupun lintas sektoral.
3. 100 orang peserta mahasiswa dan umum
I. SUMBER BIAYA
Biaya Peserta :
1. Peserta seminar
2. Donatur dan sponsor Erlangga Group
J. PEMBAYARAN
Peserta seminar nasional keperawatan dibayar langsung pada panitia paling lambat hari pelaksanaan seminar ke Sekretariat Panitia.
K. PENUTUP
Demikian proposal ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya dan penuh rasa tanggung jawab.
Makassar, 21 Januari 2012
Panitia pelaksana
Sekretaris Ketua
Sakir Sila, SH H. Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes
Posted in BERITA
SURAT EDARAN MAJELIS TENAGA KESEHATAN PROVINSI (MTKP)
Keterangan tambahan :
Berdasarkan hasil rapat Pengurus Kota Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Makassar hari rabu tanggal 14 Desember 2011 disampaikan hal-hal berikut :
1. Bagi warga Perawat ingin mengurus Kartu Tanda Registrasi (STR) baik yang belum bekerja maupun yang sudah bekerja tetapi belum memiliki Kartu tanda anggota PPNI maka akan diuruskan secara paket dengan total biaya Rp. 175.000 (Seratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah) dan dikumpulkan ke bagian komisariat PPNI yang ada di tempat kerja masing-masing
2. Bagi warga perawat berdomisili di Makassar yang belum bekerja atau sudah bekerja, akan tetapi tidak memiliki komisariat PPNI, maka yang bersangkutan dapat mendaftarkan diri secara langsung ke bagian sekrtariat PPNI Kota Makassar di Kampus AKPER Sandi Karsa Makassar Jl. Bung No. 37 Makassar dekat Pintu I Kampus Unhas Tamalanrea Makassar
3. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi bagian sekretariat PPNI Kota Makassar dengan kotak Person
- H. Trimaya Cahya Mulat, SKM, S.Kep, MM, M.Kes (Hp. 085825036003) AKPER Sandi Karsa Makassar
- H. Mustajab, S.Kep, Ns, M.Kes (Hp. 04115726568)
- Abu Bakar Betan, S.Kep, Ns, M.Kes (Hp. 08124242771)
- H. Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes (Hp. 081354916037)
Posted in BERITA
PPNI KOTA MAKASSAR AKAN MENYELENGGARAKAN PELATIHAN INSTRUKTUR KLINIK KEPERAWATAN TANGGAL 1- 3 JULI 2011
DASAR PEMIKIRAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan menumbuhkan perkembangan keterampilan keperawatan sebagai profesi. Perawat sebagai tenaga kesehatan tidak terlepas dari pengaruh adanya peningkatan tuntutan dari masyarakat Oleh karena itu pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan, perlu diupayakan pengembangannya. Pendidikan dan pengembangan keperawatan perlu diarahkan untuk dapat menghasilkan perawat yang memiliki ilmu pengetahuan/ ilmu keperawatan yang mendalam dan menguasai metode ilmiah, serta menerapkannya dalam asuhan keperawatan pada klien, baik sebagai individu, keluarga, dan kelompok masyarakat tertentu. Proses pembelajaran dalam pendidikan profesi selalu membutuhkan suatu tatanan yang dapat mendukung peserta didik/mahasiswa keperawatan untuk mencapai penguasaan keterampilan profesional, termasuk keterampilan intelektual, sikap dan psikomotor. Pembelajaran klinik perlu dilakukan dalam pendidikan profesi & merupakan pembelajaran terpenting dalam memberikan pelayanan yang berkualitas pada masyarakat Kemampuan memberikan pelayanan harus dipelajari dengan praktik langsung kepada klien tidak hanya dapat dipelajari dengan simulasi di kelas dengan alasan :
- Respon manusia (mahasiswa, klien & keluarganya) bersifat dinamis à tidak dapat dipelajari hanya dengan simulasi
- Situasi klinik sangat berbeda dengan situasi kelas / laboratorium
- Sarana & prasarana di kelas berbeda dengan di klinik
- Keterampilan penyelesaian masalah & pengambilan keputusan akan terlatih dengan baik melalui pembelajaran klinik.
Dilandasi pada konsep tersebut, kiranya perlu diselenggarakan “Pelatihan Teknis Instruktruk Klinik dalam pembelajaran klinik di rumah sakit”
MANFAAT BAGI PESERTA
- Memahami peran, fungsi dan tugas-tugas sebagai pembimbing praktek klinik keperawatan
- Mampu melaksanakan bimbingan klinik keperawatan pada mahasiswa keperawatan dan perawat pelaksana
- Mampu melaksanakan evaluasi terhadap peserta didik baik mahasiswa atau staf perawat yang mencakup sikap, keterampilan serta attitude sesuai dengan pedoman/instrumen evaluasi
- Menjadi contoh (role model) sebagai perawat professional terhadap mahasiswa dan perawat pelaksana di wilayah kerjanya
INSTRUKTUR/MENTOR DARI
1. RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) PERSAHABATAN JAKARTA
2. PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN (PSIK) FK UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR
3. JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES MAKASSAR
WAKTU DAN TEMPAT
Pelatihan akan dilaksanakan pada : Tanggal : 1 – 3 Juli 2011 Waktu : Pukul 09.00 – 17.00 WITA Tempat : Hotel Penamas Makassar Jln. Hertasning No. 63 Makassar
PESERTA
Perawat minimal lulusan D III Keperawatan, calon pembimbing klinik keperawatan, Peserta dibatasi maksimal 40 orang.
PENDAFTARAN
Pendaftaran dapat dilakukan setiap hari kerja ke sekretariat panitia melalui contact person
:
- H. Ismail, S.Kep, Ns, M.Kes (Hp. 081354916037) Jur. Keperawatan Poltekkes Makassar
- H. Trimaya Cahya Mulat, SKM, S.Kep, MM, M.Kes (Hp. 085825036003) AKPER Sandi Karsa Makassar
- H. Mustajab, S.Kep, Ns, M.Kes (Hp. 04115726568) Unit Gawat Darurat RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
- Abu Bakar Betan, S.Kep, Ns, M.Kes (Hp. 08124242771) Bagian Diklat Keperawatan RSU Islam Faisal Makassar
BIAYA PELATIHAN
Biaya pelatihan Rp 1.500.000,- / Peserta Dengan fasilitas : Modul Seminar Kit Lunc dan coffee break Sertifikat dengan Akreditasi PPNI 2 SKP
FORMULIR PENDAFTARAN
Mohon di daftar sebagai peserta Pelatihan CI (Clinical Instructure),: Nama :
- …………………………………………………………………
- …………………………………………………………………
- …………………………………………………………………
- …………………………………………………………………
(nama lengkap dengan gelar) Instansi : ……………………………………………………. Telp./ HP:…………………………………………………….
Posted in WORKSHOP
Pemkot Komitmen Perhatikan Perawat
Makassar, Walikota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin, mengatakan bahwa pemkot tetap berkomitmen untuk memperhatikan tenaga perawat yang ada di Kota Makassar. Baik di rumah sakit hingga tingkat ke puskesmas. Ilham dalam sambutannya sebelum membuka Pentas Seni dan Seminar Nasional Keperawatan antar Instansi Keperawatan. Pentas seni dan seminar tersebut digelar dalam rangka HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Balai Prajurit M Jusuf, Minggu, 16 Maret.
Menurut Ilham, apa yang dikeluhkan para perawat selama ini, merupakan bagian yang juga dipikirkan pemkot. “Untuk itu, tentu kami akan berpikir bagaimana pelayanan kesehatan mendapat perhatian penuh,” terang Walikota.
Selain hal itu, Ilham berharap PPNI sebagai salah satu organisasi keperawatan dapat mengakomodasi keinginan para anggotanya. Misalnya, berpartisipasi dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Makassar.
“Kami juga ingin perawat dapat bekerja sama dengan dokter dan tim medis dalam memberikan pelayanan kesehatan. Baik di rumah sakit hingga ke puskesmas-puskesmas,” harapnya.
Selain para perawat, hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Makassar, Irianto Ahmad, dan pengurus teras PPNI Kota Makassar. Kemarin, panitia Pentas Seni mulai melakukan seleksi atas sejumlah peserta dalam Pentas Seni Keperawatan hingga pukul 21.00 wita.
Rencananya final pentas seni keperawatan tersebut akan digelar pukul 15.00-21.00 hari ini. Kegiatan itu digelar setelah seminar nasional dan deklarasi jaringan mahasiswa keperawatan se-KTI dilakukan. (syn)
Di Posting : Humas Pemkot Makassar, 17 Maret 2008
Perawat Kesehatan Bisa Buka Praktek Mandiri Seperti Dokter dan Bidan
Perawat kesehatan pada era sekarang ini, tidak lagi identik dengan pembantu dokter seperti masa lalu. Eksistensi dan kredibilatasnya, diakui berbagai kalangan telah maju dan berkembang menjadi kelompok profesional. Tenaga keperawatan sekarang, tidaklah beda dengan profesi seorang bidan atau dokter, bisa membuka tempat praktek pelayanan perawatan kesehatan. Bahkan sekarang, banyak sudah yang menyandang sarjana S1 atau Doktor.
Hal ini disampaikan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bandung, Wawan Hernawan S.Pk ketika silaturahmi dan audiensi dengan Walikota Bandung, H. Dada Rosada SH, M.Si, di Bumi Kitri, Jalan Cikutra Bandung, Kamis (13/3/09). Dihadiri Ketua Komisi D DPRD, Drs. H. Kadar Slamet dan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandung, dr. H. Gunadi S Bhinekas.
Wawan menuturkan, anggota PPNI Kota Bandung saat ini beranggotakan lebih dari 3.500 orang tersebar di rumah-rumah sakit pemerintah, swasta, TNI, Polri, Puskesmas dan lembaga-lembaga pendidikan keperawatan, 90 % diantaranya telah berkeluarga.
”Ini merupakan potensi yang dapat membantu kebijakan pembangunan Pemkot sebagai tenaga promosi kesehatan, memajukan, mengembangkan dan memantapkan Bandung Sehat 2007 karena visi dan misi PPNI selaras ,” kata Wawan yang merasa bangga, profesi keperawatan di Indonesia sekarang, telah mendapat perhatian besar dari Pemerintah Pusat, dengan adanya kotak tersendiri pada salah satu Dirjen di Departemen Kesehatan RI.
Walikota mengatakan, dalam perspektif makro, aspek kesehatan merupakan modal berharga menjadikan manusia memiliki harkat, derajat dan martabat. Kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar, selain pendidikan, sandang dan perumahan. Kesehatan menjadi salah satu indikator Indeks pembangunan Manusia (IPM).
Untuk tercapainya sasaran dan target pembangunan bidang kesehatan ini, dikatakan walikota, diperlukan kesadaran kolektif masyarakat, yang secara sadar, mandiri dan terorganisir dapat melakukan upaya meningkatkan derajat kesehatannya disamping peran Pemkot sendiri melakukan terobosan dalam pelayanan kesehatan.
Walikota yakin, usaha pembangunan kesehatan di Kota Bandung akan lebih efektif, jika didukung segenap elemen masyarakat termasuk PPNI. Diharapkan menjadi agen penggerak untuk meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat, melalui aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Eksistensi PPNI ditengah masyarakat, dikatakan walikota, selain ditentukan seberapa besar rasa bangga dan komitmen anggota menjalani profesi dengan baik, tapi juga harus mampu menjalin kerjasama dengan organisasi lain termasuk dengan Pemkot.
”Dengan modal pengetahuan yang terasah dan pengalaman praktis, saya percaya Bandung Sehat ke depan akan lebih mantap. Terimakasih atas dukungannya, semoga di ulang tahunnya ke 34, PPNI makin dewasa, profesional, cerdas dan mandiri,” kata walikota. (www.bandung.go.id)
Di Posting : BAKOMINFO, dibaca: 132 kali(Jum’at, 14 Maret 2008)
Posted in BERITA
TATIB MUSLUB PPNI KOTA MAKASSAR
Selengkapnya klik di sini untuk [download]
Posted in Uncategorized
Musyawarah Luar Biasa Dewan Pengurus PPNI Kota Makassar
RAPAT MUSYAWARAH LUAR BIASA
DEWAN PENGURUS PPNI KOTA MAKASSAR
Pada hari Sabtu tanggal 15 Desember 2007 adalah momentum yang sangat bersejarah dalam perjalanan organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Makassar. Oleh karena pada hari tersebut bertempat di hotel Bumi Asih Makassar, telah berlangsung sebuah acara eksecutive yaitu rapat Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Dewan Pengurus PPNI kota Makassar dengan agenda tunggal pemilihan Ketua dan Pengurus baru PPNI kota Makassar periode 2008 – 2013, yang mana dalam sejarah perjalanan PPNI kota Makassar sejak pertama kali dibentuk sampai sekarang ini baru kali pertama dilangsungkan pergantian kepengurusan PPNI melalui rapat musyawarah luar biasa. Read More…
Posted in Uncategorized





